First blog post

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

Advertisements
Featured post

Wisata Goa Losan

Lokasi Goa Losan terletak persis di poros Jalan Negara lintas Kaltim-Kalsel, tepatnya di Desa Batu Butok, Kecamatan Muara Komam. Karena letaknya persis berada di pinggir jalan, menjadikan kawasan wisata alam ini sering mendapat kunjungan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Goa Losan yang dalam bahasa Paser berarti goa tembus ini memiliki daya tarik tersendiri.

goa-losan-1

Selain tembusan dari satu tempat ke tempat yang lain berupa serambi-serambi yang cukup luas, juga saat kita memasuki Goa Losan seakan-akan masuk ke dalam perut bumi yang gelap, tetapi menyimpan hiasan-hiasan batu yang luar biasa aneh dan indahnya. Karena belum ada penerangan khusus, saat memasuki goa ini harus dipandu juru kunci atau petugas dari Dinas Pariwisata Paser yang memang suku asli Paser atau masih keturunan penemu Goa Losan. Pengunjung harus dilengkapi penerangan seperti senter atau obor.

goa losan 2

Ada dua rute yang menjadi sasaran pengunjung, jika ke arah kiri, dengan perjalanan sekitar 1 jam lebih, bisa ditemukan sumber air. Selain batu pemandian, tak jauh dari lokasi dengan arah yang berbeda, juga ada satu keajiban yang memang tidak dimilki goa-goa di belahan Nusantara lainya. Ada deretan batu yang jika dipukul mengeluarkan suara yang mempunyai nada yang beraturan seperti bunyi gendang, dan batu–batu tersebut diberi nama batu bernada.

Untuk menyusuri Goa Losan, waktu satu hari tak cukup, bahkan Wabup HM Hatta Garit bersama rombongan saat menyusuri sejumlah sudut goa, tak terasa hampir 6 jam lebih. “Saya pernah dua hari dua malam menyusuri Goa Losan ini,  menurut warga sekitar, untuk menyusuri semua ruang goa ini, diperlukan waktu sepuluh hari lebih.

(sumber http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/)

Hutan Mangrove Margomulyo

Hutan Mangrove Margomulyo terletak dibelakang SMU Negeri 8 di jalan AMD Gunung Empat, RT 42, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Balikpapan Barat, kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Jaraknya hanya sekitar 9 km dari pusat kota. Sayangnya belum ada akses angkutan kota menuju lokasi. Salah satu alternatif adalah menggunakan jasa tukang ojek dari Pasar Inpres Kebun Sayur.

mangrove-balikpapan-1
benyaminlakitan.com

Untuk memasuki Hutan Mangrove, di samping gedung SMA ini terdapat gang yang seluruh jalanannya terbuat dari jembatan kayu. Anda hanya perlu mengikuti jalur jembatan ini hingga menemukan pintu gerbang menuju kawasan hutan mangrove Margomulyo.

Kendati ada bilik kecil semacam loket tempat penjualan tiket, namun memasuki gerbang ini tidak perlu membayar tiket. Gerbang ditunggui warga pengawas hutan. Cukup merogoh kocek seiklasnya bagi si penjaga pintu bila ingin melewati gerbang sebagai penghargaan untuk yang menjaga dan merawat kawasan itu. Anda cuma punya dua kewajiban utama saat di tempat ini: Jangan buang sampah sembarangan dan jangan ambil apapun, kecuali gambar.

Hutan mangrove RT 42 Margomulyo bikinan warga sekitar yang dinamai Kelompok Tani Tepian Lestari bekerja sama dengan Balai Lingkungan Hidup. Dibangun pada tahun 2002 dilatari terusiknya warga yang mayoritas menggantungkan hidupnya dari habitat yang ada di balik rerimbun mangrove.

mangrove-balikpapan-2
benyaminlakitan.com

Kawasan seluas 16,8 ha ini telah dibebaskan oleh pemerintah kota Balikpapan, dan dijadikan kawasan konservasi tumbuhan bakau. Pohon-pohon tersebut ada yang telah tumbuh lama di kawasan ini, namun ada juga pohon baru, berupa bibit, yang merupakan hasil sumbangan dari berbagai pihak dalam program konservasi mangrove. Hutan mangrove kota Balikpapan dibentuk sebagai fungsi konservasi, taman kota, wisata alam, pendidikan lingkungan, penelitian, dan pengembangan serta menambah habitat bagi flora dan fauna.

Beragam vegetasi tumbuh di tanah lumpur berair pasang surut. Ada jenis-jenis bakau (Rhizophora), tumbuhan api-api hitam (Avicennia alba) yang buahnya jadi kesukaan para bekantan. Terdapat pohon-pohon nipah (Nypa fruticans), pidada (Sonneratia caseolaris), bintaro (Cerbera spp.) dan lain-lain. Mereka tumbuh begitu subur dan rapat.

Ragam satwa lainnya pun bisa ditemui. Kepiting dengan warna-warna unik pada capitnya. Ada yang biru, ungu, merah, bahkan bersemburat putih. Belum lagi ikan-ikan yang pandai memanjat pohon. Para petani setempat menyebutnya sebagai ikan tempakul. Terdapat pula ragam burung. Tentu pula satwa khas di sana adalah bekantan.

Masuk lebih ke dalam, pelancong akan bertemu dengan percabangan jembatan, satu mengarah ke suar pemantau setinggi lima meter. Satu lagi mengarah ke hutan yang lebih rimbun, agak gelap, dan berhawa lebih sejuk. Keduanya kembali bertemu di sebuah jembatan besar yang berada di atas Sungai Sidomulyo. Dari atas jembatan itu pelancong bisa menonton dan memotret kapal-kapal kayu bermesin maupun kelotok yang lalu lalang keluar masuk sungai Sidomulyo.

Selepas menyeberang jembatan masukilah kantung kedua kawasan mangrove yang tentu suasananya tak kalah eksotik dan rimbun. Sekadar wanti-wanti, sepanjang petualangan itu pelancong harus hati-hati dengan dahan-dahan pohon melintang ke sana kemari di atas ulin. Kebanyakan setinggi bahu orang dewasa. Bila tidak hati-hati kepala bisa terantuk karenanya.

Bagi Anda penggemar fotografi, kawasan ini pasti menarik untuk dijadikan lokasi pengambilan gambar. Dengan rimbunnya pepohonan, jembatan ulin di sepanjang jalur tracking, menara pengawas dan beberapa gazebo, membuat tempat ini sangat sayang untuk dilewatkan. Bahkan sesekali pengunjung dapat bertemu dengan penduduk lokal yang sedang mencari kijing (sejenis siput), atau yang sedang mencari kepiting.

Hutan Mangrove Margomulyo

Dibelakang SMU Negeri 8

Jalan AMD Gunung Empat, RT 42, Kelurahan Margomulyo,

Kecamatan Balikpapan Barat, kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Buka : 08.00 – 17.30 WIT

 

(sumber http://kota-balikpapan.com/)

Pantai Tanjung Bira

Pantai Tanjung Bira merupakan pantai berpasir putih yang sangat terkenal di Provinsi Sulawesi Selatan. Pantai dengan keindahan serta kenyamanannya membuat pantai ini terlihat bersih, rapi dan mempunyai air yang jernih. Karena keindahan dan kenyamanannya tersebut, Tanjung Bira terkenal di mancanegara. Banyak wisatawan asing dari berbagai negara sudah menyambangi objek wisata ini untuk mengisi acara liburan mereka.

pantai-tanjung-bira-bulukumba4
piknikasik.com

Objek Wisata

Keindahan Pantai Tanjung Bira tidak diragukan lagi, di dalam kawasan pantai terlihat sangat bersih dan rapi serta tertata cukup baik. Pasir pantainya yang berbeda dari pasir pantai lainnya membuat Tanjung Bira sangat nyaman. Tekstur pasir yang lembut merupakan ciri dari Pantai Tanjung Bira. Pesona pantai dengan panorama alam pesisir pantai tropis yang terletak di ujung selatan Pulau Sulawesi. Pantai yang membujur dari sisi utara hingga selatan ini tampak sangat memukau siapa saja yang datang berkunjung. Jajaran pohon kelapa serta bukit karang yang tampak kokoh menjadikan pantai ini terlihat nyaman.

Di kawasan pantai Sulawesi ini, para wisatawan dapat menghabiskan waktu liburnya dengan berenang, menyelam, snorkeling atau hanya sekedar berjemur menikmati segarnya angin yang berhembus. Pada saat pagi atau menjelang malam, wisatawan juga dapat melihat pesona matahari terbit dan terbenam dalam satu lokasi. Sebatas mata memandang ke laut lepas, wisatawan juga dapat menikmati keindahan Pulau Liukang dan Pulau Kambing.

tanjungbira1-640x451
http://www.telusurindonesia.com

Lokasi

Terletak di ujung selatan Pulau Sulawesi, tepatnya berada di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Akses

Pantai Tanjung Bira berjarak kurang lebih 40 Kilometer dari Bulukumba, atau sekitar 200 Kilometer dari Makassar. Perjalanan dari Makassar ke Bulukumba dapat ditempuh dengan transportasi umum seperti mobil pribadi yang digunakan untuk angkutan umum dengan biaya sekitar Rp. 35.000,-/orang. Setelah sampai di Bulukumba, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Tanjung Bira dengan menggunakan angkutan umum seperti mikrolet (pete-pete) dengan biaya sekitar Rp. 10.000,-/orang. Waktu yang ditempuh dari Makassar sampai ke Tanjung Bira sekitar 4 jam lamanya.

Jika Wisatawan dari Bandara Hasanuddin, dapat menggunakan transportasi umum seperti taksi langsung menuju ke Terminal Malengkeri dengan biaya sekitar Rp. 40.000,-. Sesampainya di terminal, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan bus tujuan Bulukumba atau langsung Tanjung Bira. Di Tanjung Bira, transportasi umum hanya beroperasi sampai sore hari, jadi persiapkan waktu Anda dengan matang.

Harga Tiket

Biaya tiket masuk di kawasan Pantai Tanjung Bira sekitar Rp. 10.000,-

Fasilitas dan Akomodasi

Fasilitas serta akomodasi di Tanjung Bira sangatlah lengkap, seperti tempat persewaan perlengkapan menyelam, kamar mandi yang nyaman, persewaan motor, dan pelabuhan kapal ferry yang digunakan untuk mengantar para wisatawan yang ingin menyelam di Pulau Selayar. Untuk akomodasi penginapan tersedia villa, bungalow, dan hotel dengan tarif yang relatif murah yang didukung dengan rumah makan ataupun restoran.

(sumber http://www.gocelebes.com/)

Desa Wisata Kete Kesu

Kete Kesu adalah suatu desa wisata di kawasan Tana Toraja yang dikenal karena adat dan kehidupan tradisional masyarakat dapat ditemukan di kawasan ini. Di dalam Kete Kesu terdapat peninggalan purbakala berupa kuburan batu yang diperkirakan berusia 500 tahun lebih.Di dalam kubur batu yang menyerupai sampan atau perahu tersebut, tersimpan sisa-sisa tengkorak dan tulang manusia. Hampir semua kubur batu diletakkan menggantung di tebing atau gua. Selain itu, di beberapa tempat juga terlihat kuburan megah milik bangsawan yang telah meninggal dunia.

kete-kesu
http://www.indonesia-tourism.com/

Desa Adat

Terletak 4 km di bagian tenggara Rantepao, Kete Kesu terdiri dari padang rumput dan padi yang mengelilingi rumah adat Tana Toraja, yaitu Tongkonan. Sebagian rumah adat yang terletak di desa ini diperkirakan berumur sekitar 300 tahun dan letakknya berhadapan dengan lumbung padi kecil. Tidak hanya terdiri dari 6 Tongkonan dan 12 lumbung padi, Kete Kesu juga memiliki tanah seremonial yang dihiasi oleh 20 menhir. Di dalam salah satu Tongkonan terdapat museum yang berisi koleksi benda adat kuno Toraja, mulai dari ukiran, senjata tajam, keramik, patung, kain dari Cina, dan bendera Merah Putih yang konon disebutkan merupakan bendera pertama yang dikibarkan di Toraja. Selain itu, di dalam museum ini juga terdapat pusat pelatihan pembuatan kerajinan dari bambu. Masyarakat yang hidup di desa ini umumnya memiliki keahlian sebagai pemahat dan pelukis, sehingga selain sebagai objek wisata, tempat ini juga dimanfaatkan untuk menjual berbagai pahatan dan suvernir tradisional Toraja.

Desa Kete Kesu merupakan kawasan cagar budaya dan pusat berbagai upacara adat Toraja yang meliputi pemakaman adat yang dirayakan dengan meriah (Rambu Solo), upacara memasuki rumah adat baru (Rambu Tuka), serta berbagai ritual adat lainnya. Pada bulan Juni – Desember, berbagai upacara dan perayaat adat umumnya dilakukan oleh masyarakat sekita di lokasi ini.

Kuburan adat

Beberapa makam adat di Kete Kesu telah ditutup dengan jeruji besi untuk mencegah pencurian patung jenazah adat (tau-tau). Beberapa jenazah dapat dilihat jelas dari luar bersama dengan harta yang dikuburkan di dalamnya. Peti mati tradisional (erong) yang terdapat di desa ini tidak hanya berbentuk seperti perahu, namun juga ada yang berbentuk kerbau dan babi dengan pahatan atau ukiran yang menghiasi.

(sumber : id.m.wikipedia.org)

Wisata Gunung Bromo

Gunung Bromo merupakan gunung berapi aktif yang berada sendiri berada di perbatasan kabupaten Lumajang, Malang, Pasuruan dan Probolinggo. Gunung yang mempunyai ketinggian 2392 m dpl memang sangat mempesona bagi siapa saja yang datang untuk mengunjunginya, dengan didukung oleh beberapa tempat wisata yang ada di sekitarnya menjadikan gunung ini sebagai tempat wisata yang unik dan asik. Wisata Gunung Bromo sendiri banyak dibilang oleh banyak kalangan sebagai Iconnya Jawa Timur, memang secara fisik gunung ini tidaklah sebesar gunung – gunung lain di Jawa Timur, seperti gunung Semeru, gunung Argopuro, gunung Arjuno dan gunung – gunung lainya, tetapi pesonanya yang indah sudah menggema tidak hanya di Indonesia bahkan sampai ke mancanegara.

Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( TNBTS ) dan nama Gunung Bromo sendiri konon berasal dari kata Brahma yang merupakan salah satu dari Dewa menurut keyakinan agama Hindu.  Agama Hindu sendiri adalah keyakinan yang banyak dianut oleh masyarakat sekitar tempat wisata di Jawa Timur ini. Penduduk sekitar gunung Bromo banyak dikenal dengan nama suku Tengger yaitu suku dari ras suku Jawa yang merupakan keturunan dari kerajaan Majapahit.

Untuk menikmati pemandangan dari gunung Bromo sendiri biasanya para wisatawan akan menuju ke View Point terlebih dahulu, View Point merupakan sebuah tempat yang digunakan untuk melihat matahari terbit dan keindahan gunung Bromo dari ketinggian. Ada lima tempat yang bisa di gunakan untuk melihat pemandangan gunung Bromo melalui puncak bukit, diantaranya Pananjakan 1, Sruni Point, Bukit Cinta, Bukit KingKong dan Puncak B29. tetapi untuk Puncak B29 tempatnya agak jauh dari keempat view point yang lainya, dan tempat ini merupakan tempat yang baru dikembangkan untuk dijadikan view point.

Sejarah Gunung Bromo

Sejarah gunung Bromo tidak pernah lepas dengan cerita legenda dari Joko Seger dan Roro Anteng, cerita ini berkembang turun – temurun sampai sekarang. konon legenda ini merupakan legenda terbentuknya kawah gunung Bromo, gunung Batok dan lautan pasir yang ada di sekitar kaldera Bromo, sejarah singkatnya adalah sebagai berikut.

Pada jaman dahulu, disaat kerajaan Majapahit mengalami gejolak karena adanya banyak serangan yang mengancam kerajaan, penduduk majapahit kebingungan untuk mencari tempat yang aman. ditengah jalan akhirnya mereka berpencar menjadi dua kelompok, yang satu ke penggunungan disekitar Bromo dengan pemimpin rombongan adalah Raja dan Permaisuri dan yang satunya ke Pulau Bali.

Setelah beberapa dekade penduduk yang tinggal di kawasan Bromo mulai bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, sampai akhirnya lahirlah seorang bayi dari pasangan Raja dan Permaisuri yang diberi nama Roro Anteng. dan tak jauh dari tempat sang Raja dan Permaisuri tinggal juga lahir seorang bayi laki – laki dari keturunan Brahmana yang diberi nama Joko Seger.

Setelah mereka tumbuh dewasa, kedua anak tadi saling jatuh cinta, tetapi dalam perjalanan kisah cinta mereka ada seorang raksasa yang mencoba untuk memisahkan mereka berdua, dengan cara melamar Roro Anteng dengan cara paksa, tetapi Roro Anteng tidak bersedia dan menolak dengan cara halus, yaitu dengan meminta syarat untuk membuatkan sebuah danau di atas Gunung Bromo dengan waktu hanya satu malam. Syarat tadi diterima dan pada proses pengerjaan danau tersebut sudah hampir selesai, Raksasa tadi digagalkan dengan tipu muslihat Roro Anteng. Raksasa tadi mengamuk dan melemparkan batok kelapa yang digunakan untuk menggalih danau tadi. dan konon batok kelapa tadi membesar sehingga membentuk gunung Batok, sementara danau tadi berubah menjadi sebuah kawah gunung.

Itulah legenda singkat mengenai asal muasal terbentuknya Gunung Bromo yang merupakan icon wisata di Jawa Timur.

Rute Perjalanan Ke Wisata Gunung Bromo

Untuk dapat sampai dan menikmati keindahan gunung Bromo wisatawan dapat memilih beberapa jalur transportasi yang ada. kawasan wisata ini memang sangat mudah untuk dijangkau, apabila Anda berasal dari luar Jawa Timur, Anda bisa transit dulu di Surabaya bisa di Bandara atau Stasiun Kereta Api. kemudian Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju rute atau jalur dibawah ini. adapun jalur yang bisa dilewati untuk ke gunung Bromo adalah sebagai berikut :

  1. Jalur dari Kabupaten Lumajang

Apabila Anda melewati jalur dari kabupaten Lumajang, Anda bisa menempuhnya perjalanan dari kota Lumajang menuju kecamatan senduro, dari sini Anda bisa meneruskan perjalanan menuju desa Ranu Pane, dan kemudian melewati bukit menuju ke kawasan wisata Bromo lewat kawasan Jemplang. apabila sampai di Jemplang Anda sudah bisa melihat pemandangan gunung Bromo dari kejauhan.

  1. Jalur dari Malang

Untuk jalur yang melawati Malang, Anda bisa menempuh perjalanan dari kota Malang menuju ke kecamatan Tumpang – Kab. Malang, dari sini perjalanan Anda akan diteruskan ke desa Bulak Klakah, dan akan bertemu dengan jalur yang melewati Lumajang, yaitu kawasan Jemplang dan kemudian dilanjutkan melewati padang savana gunung Bromo

  1. Jalur dari Pasuruan

Jalur Pasuruan adalah jalur ketiga yang bisa dilalui apabila Anda akan mengunjungi gunung Bromo, Perjalanan Anda bisa dimulai dari kota Pasuruan menuju ke kecamatan Wonorejo, dari sini Anda dapat melanjutkan ke kecamatan Warung Dowo dan kemudian ke kecamatan Tosari, dari kecamatan Tosari, Anda terus menuju ke desa Wonokitri. kemudian dilanjutkan ke Penanjakan Gunung Bromo

  1. Jalur dari Probolinggo

Jalur Probolinggo sendiri merupakan jalur utama ke kawasan Tempat Wisata di Jawa Timur ini, jalur ini merupakan jalur favorit para wisatawan, Anda akan bisa menikmati keindahan alam selama perjalanan ke gunung Bromo. apabila Anda memilih untuk melewati jalur Probolinggo, dari Surabaya perjalanan Anda akan diteruskan ke kabupaten Pasuruan, menyusuri jalan pantura kemudian masuk kabupaten Probolinggo. kemudia Anda akan menemukan pertigaan kecamatan Tongas dan dilanjutkan menuju kecamatan Lumbang, bagi anda yang masih mempunyai waktu serta ingin mengunjugi tempat wisata lain, disini Anda bisa mampir ke tempat wisata Air Terjun Madakaipura.

Setelah sampai di kecamatan Lumbang, perjalanan Anda diteruskan menuju kecamatan Sukapura kemudian mengikuti jalan menuju ke desa Cemoro Lawang dan disinilah pintu utama untuk masuk ke kawasan gunung Bromo.

Kegiatan Yang Bisa Dilakukan di Gunung Bromo

Destinasi wisata yang ada di gunung Bromo kebanyakan adalah wisata alam pegunungan, ada beberapa tempat wisata yang akan membuat Anda terpesona dengan keindahan alam Bromo, bisanya para wisatawan yang datang untuk berwisata ke gunung Bromo akan memulai tour mereka pada malam dini hari sekitar pukul 03.00 WIB dengan menggunakan sarana transportasi Jeep Hardtop atau Motor. kenapa demikian ? karena apabila Anda memulai tour pada jam – jam itu, Anda akan dapat menyaksikan keindahan Sun Rise dari puncak bukit. adapun tempat dan kegiatan yang bisa dilakukan di tempat wisata di Jawa Timur ini adalah sebagai berikut :

  1. View Point

Gambar Gunung Bromo

Seperti yang telah kita ulas sebelumnya bahwasanya View Point merupakan tempat yang bisa digunakan untuk melihat pemandangan gunung Bromo dari ketinggian, selain itu wisatawan juga bisa melihat matahari terbit saat pagi hari. Ada beberapa tempat yang bisa Anda kunjungi yaitu Pananjakan, Seruni Point, Bukit Cinta, Bukit Kingkong dan Puncak B29 Bromo.

  1. Kawah Gunung Bromo

Kawah Bromo

Kawah Gunung Bromo merupakan destinasi kedua yang biasanya dikunjungi oleh wisatawan yang ke gunung Bromo, kawah yang memiliki garis tengah 800 meter sangatlah unik, untuk dapat mengunjungi kawah gunung Bromo wisatawan biasanya melakukanya dengan menaiki kuda atau berjalan kaki, dan kemudian dilanjutkan dengan menaiki tangga dengan anak tangga berjumlah 250. pemandangan dipuncak kawah Bromo memang sangat elok, dengan dihiasai pemandangan pegunungan tengger dan gunung Batok yang membentuk garis – garis terjal yang ada disamping kawah gunung Bromo.

  1. Padang Savana ( Bukit Teletubbies )

Bukit Teletubbies Padang savana Bromo

Padang savana merupakan sebuah hamparan rumput yang sangat luas dengan luas sekitar 10 Km persegi, tempat ini disebut juga bukit Teletubbies, sausana yang nyaman dan sejuk akan Anda rasakan apabila mengunjungi tempat ini, letak dari wisata ini berada di selatan kawah gunung Bromo, tepatnya di kawasan jemplang. Anda akan menemukan keunikan dari gunung Bromo apabila mengunjungi tempat ini.

  1. Lautan Pasir ( Pasir Berbisik )

Padang Pasir berbisik-Bromo

Tempat yang satu ini juga merupakan tempat favorit bagi wisatawan yang mengunjungi gunung Bromo, hamparan pasir yang terbentang luas membentuk lukisan garis – garis yang elok. Anda akan bisa merasakan suara bisikan apabila mendekatkan telinga Anda ke dekat pasir. tempat ini juga pernah dijadikan lokasi shooting film Pasir Berbisik yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo.

(sumber : www.twisata.com)

Museum Batu Malang

Museum angkut merupakan salah satu objek wisata yang pantas sobat kunjungi bersama teman atau keluaga saat anda berlibur atau mengambil paket tour di kota Batu. Museum ini baru dibuka 9 Maret 2014 tahun lalu dan kian lama nama museum angkut ini memang semakin terkenal karena memang menyediakan atraksi wisata yang menggabungkan antara sejarah dan hiburan yang menarik. Seperti namanya, museum angkut ini berisikan kendaraan-kendaraan yang ada dari zaman dahulu yang sering digunakan orang untuk bepergian dari beragam tempat dan Negara. Dengan konsep sebuah lingkuangan yang dibuat menyerupai Negara asli kendaraan tersebut berasal membuat menikmati saat tamasya di museum angkut ini berkesan.

Alamat, Lokasi, dan Letak Museum Angkut Batu Malang

Soal letak museum angkut tentu saja di kota wisata Batu Malang di Jawa Timur. Tepatnya alamat dari museum angkut ini berada di Jl. Terusan Sultan Agung Atas No. 2 Kota Wisata Batu, Malang. Untuk mencari lokasi Musium Angkut ini bisa ditempuh dengan berkendara montor roda dua maupun roda empat.

Sobat juga bisa melakukan perjalanan dengan alat transportasi umum dari Malang, dengan menaiki rute Stasiun Malang – naik angkutan umum – turun di Terminal Landung Sari – naik bus Puspa jurusan Jombang – turun di Museum Angkut.

Museum-Angkut-Batu-Malang

Tiket Masuk Museum Angkut

Memasuki gerbang masuk area Museum Angkut, sobat akan melihat Pasar Apung di sebelah kanan dan replika jet tempur di sebelah kiri. Sampai di lokasi wisata museum angkut sobat akan harus antri untuk membeli tiket. Memang wisatawan cukup antusias untuk melihat museum yang relative masih baru ini, jadi sobat harus sabar. Jam buka museum angkut Malang ini mulai dari pukul 12.00 – 20.00.

Soal tiket, memang bagi sebagian orang harga tiketnya dianggap cukup mahal. Tiket masuk untuk hari biasa, yaitu Senin – Kamis : Rp60.000. Sedang tiket masuk saat akhir pekan (Jum’at – Minggu), tanggal merah, liburan : Rp80.000 per orang. Sobat juga harus membayar uang Rp30.000 bila membawa kamera.

Bertamasya Di Museum Angkut Malang

Luas dari museum angkut ini adalah 3 hektar dan koleksi museum berada di dalam bangunan yang bertingkat 3. Saat sobat sudah memasuki area dalam museum sobat akan mulai merasakan sensasinya. Sesuai namanya, museum angkut ini merupakan sebuah museum transportasi yang mempertontonkan koleksi alat transportasi yang sangat beragam jenisnya. Jika anda adalah seorang penggemar otomotif, tentu museum yang satu ini ibarat surga.

Beragam jenis kendaraan dari yang paling keren samapai yang paling aneh ada di sini. Yang lebih menarik tentu saja konsep ruangan dan penataan kendaraan yang digambarkan menyerupai tempat aslinya.

Koleksi Museum Angkut Batu juga ada yang merupakan kendaraan dari Indonesia. Mulai dari perahu, sepeda onthel, dokar, pedati, dan becak,hingga kapal terbang dan kapal laut. Koleksi museum ini juga beragam mulai dari yang original, modifikasi hingga replika.

Mobil-Di-Museum-Angkut-Batu-Malang

Zona-Zona Museum Angkut

Museum angkut dibagi menjadi beberapa zona yang disesuaikan dengan tema kendaraan yang ada. Masing-masing zona akan memberikan pengalaman yang berbeda dan berkesan.

Zona Hall Utama

Inilah zona pertama saat sobat memasuki museum angkut. Suasana megah akan langsung terasa saat sobat melihat koleksi alat angkut yang populer dari berbagai penjuru tempat dan negara dari waktu ke waktu.

Zona Edukasi

Sesuai namanya, zona ini menitik beratkan pada informasi tentang alat angkutan di Indonesia dan dunia. Ini merupakan tempat yang menarik bagi sobat penyuka sejarah otomotif.

Salah satu koleksi andalan di zona ini adalah mobil seri Chrysler Windsor Deluxe yang pernah dipakai oleh Presiden Soekarno.

Zona Sunda Kelapa & Batavia

Di zona Museum Angkut yang ini sobat akan dibawa ke Jakarta temoe doeloe saat masih bernama Batavia. Suasana di pelabuhan saat pendudukan Belanda, khususnya Menara Syahbandar dengan berbagai jenis angkutan kala itu setidaknya memberikan gambaran kondisi alat transportasi saat itu.

Zona Gangster Town & Broadway Street

Ini merupakan salah satu zona favorit bagi pengunjung. Di sini, suasananya mirip dengan di dalam film gangster Amerika. Bagi sobat penyuka film, ini merupakan zona yang akan sangat membahagiakan.

Zona Jepang

Kita tahu ada beragam merk kendaraan asal jepang, dan semuanya disajikan dengan apik di zona ini.

Zona Eropa

Bisa juga disebut zona romantis, karena di sini, mobil-mobil asal eropa akan disajikan dengan konsep suasana saat malam di kota-kota Eropa, semisal Paris.

Zona Istana Buckingham

Tentu di sini sobat akan disajikan suasana Inggris yang kental.

Zona Las Vegas

Tak perlu jauh-jauh ke Amerika untuk menikmati kehidupan malam di Las Vegas. Di museum angkut malang juga ada kok.

Zona Hollywood

Satu lagi zona bertema film. Di zona ini ada beragam koleksi mulai dari mobilnya Scooby Doo si anjing lucu, hingga Batmobile mobilnya pahlawan super Batman.

Pasar Apung Di Museum Angkut

Keluar dari dalam bangunan museum angkut, sobat akan sampai di pasar apung. Satu hal yang harus sobat lakukan di sini adalah naik perahu berbiaya sewa Rp10.000.

(sumber : wisatalicious.com)

Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Teluk Cenderawasih sendiri masuk dalam kawasan provinsi Papua Barat. disini Anda dapat menjumpai beberapa species ikan yang beraneka ragam, ekosistem terumbu karang, dan hutan mangrove yang tersebar di sekeliling pantai. Para wisatawan biasanya menghabiska waktunya dengan melakukan kegiatan snorkeling untuk menikmati keindahan bawah lautnya.

taman-nasional-teluk-cendrawasih-3

Selain itu pemandangan alam di Teluk Cenderawasih tidak kalah menakjubkan gugusan pulau yang ada disana menjadi salah satu magnet tersendiri bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Disini Anda dapat menemukan beberapa pulau yang dapat Anda kunjungi seperti Pulau Mioswaar, Pulau Nusrowi, Pulau Numfor, Pulau Yoop dan pulau-pulau lainnya. Wah sangat menakjubkan bukan ?

a

Rute Menuju Taman Nasional Teluk Cenderawasih Papua

Untuk mengunjungi objek wisata Teluk Cenderawasih di Papua ini Anda dapat menggunakan beberapa sarana transportasi diataranya adalah sebagai berikut :

Sarana Transpotasi Udara

Apabila Anda bersasal dari luar kota, Anda dapat transit terlebih dahulu di Bandara International Frans Kaisiepo yang berada di Biak. Kemudian dilanjutkan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang menuju Bandara Nabire. Atau Manokwari. Dari sini Anda dapat melanjutkan perjalanan lagi menuju Ransinki dengan menggunakan transporasi darat. Setelah sampai di Ransinki perjalanan masih dilanjutkan dengan menggunakan mode trasnportasi motor boat menuju Teluk Cenderawasih yang memakan waktu sekitar 2,5 jam.

Sarana Transpotasi Laut

Selain Anda menggunakan mode transportasi udara, Anda juga dapat menggunakan sarana transportasi laut dengan tujuan ke pelabuhan Nabire atau Manokwari. dari pelabuhan tersebut perjalanan Anda masih dilanjutkan dengan menggunakan motor boat menuju Teluk Cenderawasih dengan memakan waktu sekitar 6 jam perjalanan.

Itulah beberapa opsi transportasi yang bisa Anda gunakan untuk mengunjungi objek wisata Teluk Cenderawasi Papua.

Kegiatan yang biasa lakukan di kawasan wisata Teluk Cenderawasi kebanyakan adalah melakukan petualangan di bawah air ( Snorkeling dan Diving ), disini Anda akan banyak menemukan species ikan dan terumbu karang yang masih alami dan tumbuh subur. Ada sekitar 150 jenis spesies dari 15 famili dari terumbu karang yang berkembang dengan baik dan tersebar di kawasan wisata Teluk Cenderawasih.

Selain itu untuk species ikan kawasan wisata Teluk Cenderawasi menyimpan sekitar 209 jenis ikan diantaranya adalah anemonefish, angelfish, butterflyfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish dan juga whale shark ( Hiu Paus ) serta species ikan unik lainnya.

Beberapa jenis moluska juga mendiami kawasan wisata Teluk Cenderawasi seperti keong cowries, keong strombidae, keong kerucut, triton terompe dan juga kima raksasa. Tidak hanya itu beberapa jenis penyu juga ada disini diantaranya adalah penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang dan penyu belimbing.

(sumber : www.twisata.com)

Merapi Vulcano Museum, Yogyakarta

Museum Gunung Merapi merupakan salah satu tempat yang berfungsi sebagai sarana pembelajaran tentang gunung teraktif di dunia. Di museum ini wisatawan dapat mempelajari tentang Gunung Merapi dari sisi legenda dan mitos, kearifan lokal, sejarah letusan, serta melihat sisa-sisa erupsi.

museum-gunung-merapi

Sebagai kawasan cincin api atau ring of fire, Indonesia memiliki ratusan gunung-gemunung yang membentang dari Sumatra hingga Papua, baik gunung yang tidak aktif hingga gunung yang masih terus bergolak. Salah satu gunung teraktif di Indonesia bahkan dunia adalah Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini menjadikan daerah tersebut masuk dalam daerah rawan bencana.

Sebagai langkah antisipasi untuk memberikan pemahaman pentingnya upaya mitigasi bencana, maka dibangunlah Museum Gunung Merapi. Selain berfungsi sebagai salah satu alternatif wisata edukasi bagi pelajar dan masyarakat luas, museum ini juga bertujuan sebagai tempat pengembangan ilmu kebencanaan gunung api, gempa bumi, dan bencana alam lainnya.

Terletak di lereng Merapi nan sejuk, Museum Gunung Merapi memiliki bentuk bangunan yang unik berupa segitiga yang menyerupai gunung. Jika cuaca sedang cerah, wisatawan bisa menyaksikan gunung merapi nan gagah dari pelataran museum.

Mengusung semboyan “Merapi Jendela Bumi”, Museum Gunung Merapi terbagi menjadi dua lantai. Memasuki lantai pertama, wisatawan langsung disambut dengan maket Gunung Merapi berukuran besar yang bergemuruh serta mengeluarkan asap. Di salah satu sisi terdapat tombol tahun yang merupakan tahun erupsi. Jika salah satu tombol ditekan maka akan ada peragaan erupsi berupa simulasi lelehan lava pijar serta narasi dengan background musik jawa.

Dari ruang utama ini wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menuju zona dunia gunung api. Di zona ini terdapat dokumentasi dan alat peraga mengenai fenomena kegunungapian yang ada di seluruh dunia. Pada tiap-tiap peraga terdapat papan informasi dalam dua bahasa sehingga memudahkan wisatawan untuk memahaminya meski tidak didampingi guide.

Setelah itu ada zona khusus Gunung Merapi yang berisikan tentang seluk beluk Merapi. Di zona ini wisatawan bisa menyaksikan fenomena pertumbuhan kubah Gunung Merapi, mitos seputar Gunung Merapi, pos pengamatan Gunung Merapi dari era Belanda hingga era modern, dan masih banyak lagi.

Puas menyusuri lantai satu, wisatawan bisa naik ke lantai 2 untuk menyaksikan alat peraga terjadinya tsunami dan foto-foto erupsi. Wisatawan bisa menyaksikan dokumentasi erupsi Merapi dari tahun 1930 hingga tahun 2010. Tak hanya itu, di zona tersebut juga ditunjukkan bagaimana caranya menyelamatkan diri dari ancaman bahaya gunung api yang meletus. Oleh karena itu, tampaknya cukup wajar dan tidak berlebihan jika MGM dijadikan sebagai wahana pendidikan mitigasi untuk menekan jumlah korban jiwa. Di lantai dua ini juga terdapat teater mini dengan kapasitas 100 orang yang menayangkan film dokumenter berdurasi 20 menit “Di Bawah Langit Merapi”.

Lokasi dan Akses

Museum Gunung Merapi berjarak sekitar 5 km dari obyek wisata Kaliurang, tepatnya di Jalan Boyong, Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, DIY. Dari Yogyakarta silakan ikuti Jalan Kaliurang. Sesampainya di Oasis Crisis Center belok kiri mengikuti jalan masuk menuju obyek wisata Kaliurang dari sebelah barat. Museum Gunung Merapi terletak di kanan jalan.

Jam Buka dan Harga Tiket

Museum Gunung Merapi buka tiap hari Selasa – Minggu pukul 09.00 – 15.30 WIB. Seperti rata-rata museum di Yogyakarta, museum ini tutup pada hari Senin. Harga tiket museum adalah Rp 3.000 per orang. Sedangkan bagi wisatawan yang ingin menyaksikan film di teater mini wajib membayar biaya tambahan sebesar Rp 5.000 per orang.

(sumber : www.njogja.com)

Danau Sano Nggoang, Nusa Tenggara Timur

Sano-Nggoang-Crater-Lake-7

Danau Sano Nggoang adalah danau vulkanik terluas di Nusa Tenggara Timur, dengan luas sekitar 5.500 hektar, danau ini dianggap sebagai salah satu danau terdalam di dunia yang kedalamannya sekitar 600 meter. Di sepanjang pantai Danau Kawah Sano Nggoang ada beberapa desa tempat tinggal penduduk setempat. Desa-desa pertanian kecil ini hanya menampung 250 penduduk yang tinggal di rumah bambu anyaman tradisional atau rumah kayu atau bata yang lebih modern, masing-masing  mengisi kebunnya sendiri. Desa ini dibatasi oleh danau, perkebunan dan bukit. Lokasi terpencil dan ukuran kecil kedua desa ini memberi pengunjung ketenangan yang tenang dari keramaian dan hiruk pikuk Labuan Bajo.

Sano Nggoang sendiri berasal dari kata Sano dan Nggoang. Sano dalam bahasa Kempo berarti danau sementara Nggoang berarti  membara,Sano Nggoang berarti danau vulkanik atau danau yang membara. Danau Sano Nggoang berjarak sekitar 63 kilometer atau 3 jam berkendara dari Labuan Bajo – sebuah kota pelabuhan kecil di ujung barat Pulau Flores dan merupakan ibu kota Manggarai Barat. Labuan Bajo dapat diakses dengan pesawat dari Bali dan dari Kupang. Kemudian dari Labuan Bajo melalui jalur Transflores, perjalanan dilanjutkan ke desa Nunang, pintu masuk Danau Sano Nggoang.

Danau Sano Nggoang terletak pada ketinggian 750 meter di atas permukaan laut. Danau ini menjadi daya tarik tersendiri karena memiliki kandungan sulfur yang relatif tinggi. Bau belerang yang menyengat di sekitar daerah danau. Karena itu, mandi untuk kesehatan kulit merupakan salah satu tujuan utama berwisata ke danau ini. Untuk mandi, ada sumber air panas di ujung danau ini. Selain bak mandi, ada banyak aktivitas yang bisa Anda lakukan di sini, antara lain rekreasi dengan menunggang kuda mengelilingi danau, mengamati burung, trekking, dan fotografi. Dari berbagai aktivitas yang bisa kita lakukan, menikmati pemandangan merupakan hal yang menarik untuk dilakukan terutama alam dan hutan di sekitar danau yang masih terbilang alami dan indah. Untuk disekitar danau, Anda bisa menunggang kuda atau trekking untuk menikmati pemandangan danau dari tempat yang lebih tinggi.

Jalur trekking yang pendek dan biasa menjadi pilihan wisatawan adalah Golo Dewa Peak atau dikenal juga dengan nama Puncak Savana. Trekking ini bisa ditempuh sekira 4 jam pulang pergi. Dari puncak ini, Anda bisa menikmati pemandangan Danau Sano Nggoang, Hutan Mbeliling, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Selain itu, di kawasan ini juga Anda bisa menikmati makanan lokal dan kopi tradisional. Puncak Poco Dedeng adalah jalur lain yang bisa dipilih. Jalur ini lebih menantang karena mencakup bukit-bukit terjal dan hutan lebat.

Danau Sano Nggoang memiliki pemandangan yang indah termasuk hutan, bukit, danau, dan flora dan fauna di sekitar danau. Semua ini menjadi obyek fotografi yang menarik untuk dilestarikan. Matahari terbenam juga terlihat cantik di kawasan ini, jadi sangat menarik untuk dibawa bersama kamera Anda. Selain indah dan sepi, Danau Sano Nggoang juga menjadi habitat beberapa jenis burung, termasuk burung endemik Flores, yaitu gagak flores (Corvus florensis). Ada beberapa jenis burung ada di sekitarnya, yaitu: itik gunung (Anas superciliosa), itik benjut (Anas gibberifrons), tesia timor (Tesia everetti), kipasan flores, cekakak tunggir-putih (Caridonax fulgidus), dan lainnya .

Untuk mengunjungi kawasan wisata ini, ada beberapa hal yang patut Anda pertimbangkan. Karena konsentrasi sulfur yang tinggi, sangat dilarang mengunjungi danau selama musim hujan. Bawalah masker untuk menutupi hidung kalau Anda tidak tahan dengan bau belerang yang menyengat. Jika Anda ingin tinggal di dekat danau, ada beberapa rumah tinggal dari penduduk yang bisa disewa. Semua home stay menyediakan kasur, linen bersih, kelambu, air minum bersih dan fasilitas lainnya tergantung pada home stay.

(sumber : www.pedomanwisata.com)

Blog at WordPress.com.

Up ↑